Mobil berhenti di kilometer 47, lampu hazard berkedip seperti jantung yang tidak bisa tenang.
Setiap Jumat, timbangan di rumah kaca Blok C berubah jadi pengadilan.
Bu Ningsih menaruh stroberi impor itu di tengah meja arisan. Kotak plastik bening. Label huruf Korea. Sengaja dibiarkan.
Pak Rusman meletakkan toples mentega di meja Pardi dengan cara orang menaruh bukti.
Kopi ketiga hari ini. Ridwan tahu karena tanda di telapak tangannya—bulatan kecil bekas cangkir panas yang ia taruh terlalu buru-buru.
Layar dimiringkan sebelas derajat ke kiri. Cukup untuk memotong wajan dari bingkai.