Arsip · cerita

Perpustakaan Cerita

06 Sep 2026

Delapan Lengan Menuju Kebebasan

Pak Suherman menemukan cumi-cumi itu di kursi belakang sepedanya pada suatu Selasa, dan yang paling mengganggunya bukan basah-nya jok, melainkan fakta bahwa cum…

Baca cerita →

Formulir F-17

Petugas Badan Nasional Penanggulangan Bencana itu menyodorkan clipboard ke arah Hendra dengan ekspresi seseorang yang sudah lama berdamai dengan hidupnya.

Baca cerita →

Garansi Sampai Mati

Pak Ruswanto menemukan bahwa jam tangannya berhenti tepat ketika ia memesan nasi goreng spesial di warung Bu Lastri.

Baca cerita →

Hal-Hal yang Perlu Kita Bersihkan

Suatu pagi, Pak Warno menemukan bahwa tas punggungnya bisa berbicara.

Baca cerita →

Hal-Hal yang Tidak Perlu Dikembangkan

Warisan terbesar Pak Tomo adalah sebuah kamera Kodak tahun 1987 dan satu botol kaca yang masih ada tutup logamnya. Tidak ada uang. Tidak ada properti. Hanya dua…

Baca cerita →

Hal yang Tidak Bisa Ditembus

Seorang pria bernama Gunarto Welas sedang membangun tembok di halaman rumahnya ketika tetangganya, Pak Dodit, muncul dengan ekspresi orang yang baru saja menemu…

Baca cerita →

Inventaris

Pak Gun sudah tiga tahun jadi tukang sapu di taman kota, dan tugas utamanya hanya satu: mengejar daun kering. Bukan menyapunya. Mengejarnya. Sebab setiap kali i…

Baca cerita →

Kelas Utama

Kapten Hendriansyah sudah tiga puluh tahun berlayar ketika dia akhirnya mengakui bahwa penumpang paling menyebalkan dalam kariernya bukan manusia.

Baca cerita →

Konfeti yang Jatuh ke Atas

Pesta itu mulai pukul delapan. Langit sudah kelam sejak pukul enam, tapi tidak ada yang mengundangnya, jadi tidak ada yang merasa perlu menjelaskan apa-apa.

Baca cerita →

Leher untuk Apa

Jerapah itu sudah berdiri di tepi lumpur selama empat puluh menit. Bukan karena takut. Bukan karena ragu. Tapi karena secara anatomis, untuk minum dari genangan…

Baca cerita →

Lubang di Tengah

Pak Warso berjualan donat di pertigaan itu selama dua puluh tiga tahun. Bukan di pojok, bukan di sisi mana pun — tepat di tengah pertigaan, di pulau kecil tempa…

Baca cerita →

Operator Terakhir

Budi baru saja menyalakan mobilnya ketika bayam di kursi penumpang mulai bicara.

Baca cerita →

Orbit yang Tidak Diminta

Pak Sukro membangun roket dari tangki air dan kesabaran selama empat puluh tahun, di pinggir kolam pancingnya yang sepi.

Baca cerita →

Perjanjian di Ketinggian Dua Ribu Meter

Elang itu sudah bernegosiasi selama empat puluh menit.

Baca cerita →

Protokol Dua Menit

Pak Rustam tiba di garis start pukul 11:57 dengan satu bungkus Indomie goreng panas di tangan — masih mengepul, garpu masih menancap.

Baca cerita →

Rapat yang Tidak Pernah Mulai

Pak RT Suwarno sudah membungkuk tiga kali ketika menyadari tidak ada yang membalas.

Baca cerita →

Saksi Ahli

Pak Sumarno membuka warung sate ayam-nya jam lima sore dengan keyakinan penuh bahwa hari itu akan biasa saja. Ia salah.

Baca cerita →

Selamat Datang di Hari Terakhir Anda

Kalkun bernama Presiden itu selalu tahu. Bukan karena ia pintar — ia tidak pintar, ia seekor kalkun — tapi karena setiap November, manusia mulai melakukan ritua…

Baca cerita →

Semua yang Pergi Tidak Selalu Tenggelam

Namanya Rem. Bukan nama resmi — karena nama resminya terlalu panjang dan ditulis dalam bahasa yang hanya dimengerti peternak Siberia dan sistem pendaftaran anji…

Baca cerita →

Sensus yang Tak Selesai

Petugas sensus itu datang ke pulau kecil itu dengan formulir tujuh lembar dan keyakinan penuh bahwa pekerjaannya akan selesai sebelum makan siang.

Baca cerita →

Sertifikat Cuaca

Badai itu datang pada Selasa pagi dan langsung meminta diakui secara resmi.

Baca cerita →

Stasiun Tujuh, Peron yang Tidak Ada

Pak Darto sudah tiga belas tahun menjual pepes ikan di peron stasiun. Setiap pagi, kereta api jurusan Surabaya berhenti tepat empat menit, dan dalam empat menit…

Baca cerita →

Surat Pengunduran Diri

Marsi baru tersadar bahwa ia telah salah memilih planet ketika pesawat mendarat dan tidak ada yang menjual kopi susu.

Baca cerita →

Terjemahan untuk Satu Porsi

Rinto sudah tiga tahun bekerja sebagai penerjemah untuk Proyek ARIA — sebuah AI yang diklaim bisa memahami semua bahasa manusia, termasuk yang sudah punah. Tuga…

Baca cerita →

Tinggi Badan dan Hal-Hal yang Tidak Bisa Diukur

Pak Sutomo mengukur tinggi anaknya setiap minggu di pintu dapur, garis pensil bertumpuk seperti tahun yang lupa caranya berhenti. Tapi yang ini berbeda. Yang in…

Baca cerita →

Warisan dalam Dua Bentuk

Notaris itu datang pada Selasa pagi dengan satu koper kecil dan ekspresi seseorang yang sudah terlalu sering menyampaikan kabar aneh untuk merasa aneh lagi.

Baca cerita →

Warisan di Balik Kabut

Pak Rustam sudah berdiri di tepi air terjun selama empat puluh menit, memegang kaleng balsem cap Elang yang hampir habis.

Baca cerita →

Warisan yang Tidak Bisa Dikembalikan

Paman Darto meninggalkan dua hal ketika dia mati: utang ke koperasi RT dan sepasang sepatu kulit yang, menurut pengakuan beliau sendiri sebelum meninggal, "lebi…

Baca cerita →

Warisan yang Tidak Bisa Dikubur

Pak Remon meninggal dan mewariskan satu hal kepada anaknya: seekor tikus yang tidak bisa mati.

Baca cerita →