Arsip · cerita

Perpustakaan Cerita

05 Sep 2026

Benchmark yang Salah Satuan

Rifqi membeli GPU terbaru bukan karena butuh, tapi karena review-nya bilang "secepat kilat." Ia tidak tanya kilat dalam satuan apa.

Baca cerita →

Bintang Jatuh, Tapi Ke Mana

Laila sudah menunggu tiga puluh dua menit untuk bintang jatuh yang ketiga. Bukan karena ia percaya mitos. Ia hanya butuh angka ganjil untuk membuat permintaanny…

Baca cerita →

Diplomasi Cair

Kuda itu datang pukul tiga sore, tepat saat warung Bu Narsih kehabisan es batu.

Baca cerita →

Dua Derajat Pemisahan

Pak Suyono percaya bahwa bakso urat adalah bukti Tuhan masih sayang sama manusia. Bukan karena rasanya — tapi karena urat itu ada di situ untuk alasan yang sama…

Baca cerita →

Garis Putih di Tengah Kegelapan

Zebra itu berdiri di pinggir jalan tol pukul dua pagi.

Baca cerita →

Ilmu Pasti Tentang Debit

Pak Rustam berdiri di tepi sungai dengan ekspresi orang yang baru menyadari hidupnya salah jurusan.

Baca cerita →

Menu Malam Ini

Draco sudah tiga kali membaca menu itu. Bukan karena ia ragu, tapi karena ia tidak percaya sebuah restoran bisa sepeduli ini terhadap pelanggannya.

Baca cerita →

Nostalgia dengan Ongkos Kirim

Pak Slamet tidak pernah berencana membuka toko permen. Itu terjadi begitu saja, seperti kebanyakan bencana dalam hidupnya.

Baca cerita →

Peta yang Tidak Perlu

Pak Rustam sudah berdiri di halte bus selama empat puluh menit ketika ia menyadari bahwa halte itu berada di tengah hutan lebat.

Baca cerita →

Satu Derajat Celsius dari Jujur

Dokter Prawira sudah tiga tahun mempelajari seledri. Bukan karena tertarik — tapi karena istrinya pergi dan meninggalkan satu ikat di kulkas, dan entah kenapa i…

Baca cerita →

Satu Pertanyaan yang Salah Ditanya

Lumba-lumba itu datang pada pagi ketiga. Seperti biasanya: dengan senyum. Selalu dengan senyum itu.

Baca cerita →

Sertifikat Tidur

Kasur itu akhirnya bicara pada suatu malam di bulan Maret.

Baca cerita →

Surat yang Tidak Pernah Sampai

Siput itu menemukan mesin ketik di tepi hutan pada suatu Selasa — atau mungkin Rabu, ia tidak begitu yakin karena ia memang tidak pernah sampai ke mana-mana tep…

Baca cerita →

Tekanan yang Salah Alamat

Seekor bebek bernama Parmin dikirim ke Palung Mariana oleh peneliti kelautan sebagai "eksperimen bouyancy non-konvensional." Surat tugasnya resmi, berkop lembag…

Baca cerita →

Warisan di Pinggir Air

Pak Suroto menemukan ikan arawana itu terdampar di jalan setapak yang membelah sawah — tepat di titik di mana tanah berbatas dengan kolam tetangganya yang sudah…

Baca cerita →

Warisan Meja Nomor Tiga

Pak Rustam ditemukan jam sembilan pagi, berdiri di atas mejanya sendiri, memegang belut.

Baca cerita →

Warisan Vertikal

Pak Rusman membangun menara tinggi selama dua puluh tiga tahun. Bukan dari beton atau baja — dari kertas. Surat-surat pengajuan, dokumen rencana tata kota, band…

Baca cerita →

Wasit Terakhir

Raka membawa pedang mainan itu ke tepi pantai karena ibunya bilang "buang saja, kamu sudah kelas enam."

Baca cerita →

Yang Selamat Lebih Dulu

Pak Ruslan sudah tiga minggu menanam bayam di kebun sayur belakang rumahnya ketika BMKG mengeluarkan peringatan: ombak besar setinggi empat meter akan menghanta…

Baca cerita →

Yang Tidak Pernah Buru-buru

Pak Slamet sudah dua puluh tahun menggembala kerbau di pinggir Sungai Brantas, dan dalam dua puluh tahun itu dia belajar satu hal: kerbau tidak pernah terburu-b…

Baca cerita →